Meskipun aktivitas vulkanik masih ada, Wijayanto menekankan bahwa berdasarkan monitoring petir untuk memantau aktivitas di permukaan, kekuatan erupsi mulai meluruh. Dia membandingkan kondisi saat ini dengan aktivitas ekstrem yang terjadi pada tanggal 4 September lalu.
"Jadi ini sudah mulai meluruh juga dan kita pastikan frekuensinya akan terus menurun ya dibandingkan dengan yang tanggal 4 jam 23.07 kemarin," ujarnya.
Dia memastikan, BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas ini melalui berbagai instrumen guna memastikan keamanan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
(Nur Ichsan Yuniarto)