Kashiwazaki-Kariwa adalah PLTN terbesar di dunia berdasarkan kapasitas potensial, meskipun hanya satu reaktor dari tujuh yang dihidupkan kembali.
PLTN tersebut dinonaktifkan ketika Jepang menghentikan penggunaan tenaga nuklir setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menyebabkan tiga reaktor di pembangkit Fukushima mengalami kerusakan parah pada 2011.
Namun, Jepang yang kekurangan sumber daya kini ingin menggunakan kembali energi nuklir untuk mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil, serta mencapai netralitas karbon pada 2050.
Kashiwazaki-Kariwa adalah unit pertama milik TEPCO yang dihidupkan kembali sejak 2011. Opini publik di Niigata sangat terpecah: Sekitar 60 persen penduduk menentang pengaktifan kembali, sementara 37 persen mendukungnya, menurut survei yang dilakukan pada September. (Wahyu Dwi Anggoro)