sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Amerika Serikat Minta Warganya Tak Pergi ke Iran

News editor Nur Ichsan Yuniarto
28/02/2026 16:47 WIB
Amerika juga meminta warganya yang berada di sana untuk segera meninggalkan Iran.
Amerika Serikat Minta Warganya Tak Pergi ke Iran
Amerika Serikat Minta Warganya Tak Pergi ke Iran

IDXChannel - Pemerintah Amerika Serikat meminta seluruh warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.

"Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dilansir dari Sputni, Sabtu (28/2/2026).

Tak hanya itu, Amerika juga meminta warganya yang berada di sana untuk segera meninggalkan Iran.

"Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi," kata Marco Rubio.

Dia menambahkan bahwa dirinya menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah menyusul perintah eksekutif dari Presiden AS Donald Trump.

"Presiden Trump mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk Melindungi Warga Negara AS dari Penahanan yang Tidak Sah di Luar Negeri pada musim gugur lalu," katanya.

"Kongres telah mengesahkan UU Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025, yang memberi wewenang kepada Departemen untuk menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah," lanjutnya.

Dia menegaskan, Amerika tidak segan melakukan pembatasan perjalanan geografis bagi warga Amerika.

"Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk rencana pembatasan perjalanan geografis pada penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran," kata Rubio.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth, mengatakan Amerika Serikat membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran, serta mendesak negara itu untuk bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Presiden Donald Trump lebih memilih solusi diplomatik, tetapi menekankan bahwa militer AS telah siap dengan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.

“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement