sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Angka ATS dan Putus Sekolah di Bogor Tembus 6.000, DPR Ingatkan Ini ke Pemerintah

News editor Achmad Al Fiqri
29/07/2026 12:09 WIB
Fenomena putus sekolah ini ternyata tidak didominasi oleh masalah akses atau biaya pendidikan, melainkan oleh rendahnya kemauan anak-anak itu sendiri.
Angka ATS dan Putus Sekolah di Bogor Tembus 6.000, DPR Ingatkan Ini ke Pemerintah. (Foto: Istimewa)
Angka ATS dan Putus Sekolah di Bogor Tembus 6.000, DPR Ingatkan Ini ke Pemerintah. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Ketua DPR Puan Maharani menyoroti temuan 6.000 anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah di Bogor, Jawa Barat. Temuan ini harus menjadi alarm bagi pemerintah bahwa tantangan pembangunan sumber daya manusia telah memasuki babak baru.

Menurutnya, persoalan pendidikan tidak lagi berkaitan dengan ketersediaan sekolah, bantuan pendidikan, atau akses belajar. Ada tantangan yang jauh lebih besar, yakni memastikan anak tetap memiliki keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk membangun masa depan.

“Negara sedang menghadapi tantangan dalam menjaga mimpi dan cita-cita generasi mudanya. Jika kondisi ini dibiarkan, yang hilang bukan hanya kesempatan belajar seorang anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Indonesia,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Rabu (29/7/2026). 

Puan pun menyoroti temuan terbaru ATS dan anak putus sekolah di wilayah Kota Bogor yang saat ini menembus 6.000 anak. Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKBM) Kota Bogor mengungkapkan bahwa fenomena putus sekolah ini ternyata tidak didominasi oleh masalah akses atau biaya pendidikan, melainkan oleh rendahnya kemauan anak-anak itu sendiri.

Berdasarkan temuan FKBM di lapangan, upaya pendataan dan ajakan untuk kembali bersekolah sering kali mendapat penolakan. Misalnya, dari 141 data ATS di Kelurahan Tegallega, hanya 35 anak yang bersedia masuk lembaga pendidikan.

Sementara itu merujuk data terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah ATS di Indonesia diketahui mencapai mencapai 3.966.858 atau hampir 4 juta orang. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement