Pada 1965, tahun kemerdekaan Singapura, 55.725 bayi lahir.
Dari 1970-an hingga 1990-an, jumlah kelahiran tahunan berkisar antara lebih dari 40.000 hingga lebih dari 50.000 di sebagian besar tahun.
Dalam dua dekade terakhir, kelahiran tahunan telah turun di bawah 40.000 di sebagian besar tahun.
Laporan ICA ini muncul sekitar lima bulan setelah Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong mengatakan pada Februari bahwa angka kesuburan total (TFR) penduduk turun ke titik terendah baru yaitu 0,87 pada 2025. TFR mengacu pada jumlah rata-rata bayi yang akan dimiliki setiap wanita selama masa reproduksinya.
Dengan angka kelahiran yang turun tajam, populasi warga negara Singapura mungkin akan mulai menyusut pada awal 2040-an jika tak ada perubahan.
Para ahli telah menghubungkan masalah penurunan angka kelahiran di Singapura dengan semakin banyak warga Singapura yang tetap melajan, serta pasangan menikah yang memiliki sedikit atau tidak memiliki anak.