sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Angka Kematian Kanker Payudara Ditargetkan turun 2,5 Persen per Tahun, Ini Rencana Kemenkes

News editor Annastasya Rizqa
02/03/2026 15:48 WIB
Terdapat disparitas angka kematian akibat kanker payudara di negara maju dan berkembang akibat akses layanan.
Angka Kematian Kanker Payudara Ditargetkan turun 2,5 Persen per Tahun, Ini Rencana Kemenkes. (Foto: Istimewa)
Angka Kematian Kanker Payudara Ditargetkan turun 2,5 Persen per Tahun, Ini Rencana Kemenkes. (Foto: Istimewa)

“Dari 14 juta sasaran perempuan, baru 4,1 juta yang menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 20.000 orang dengan kelainan, tetapi hanya 6.000 orang yang melanjutkan pengobatan, dan hanya separuhnya yang berhasil mencapai akses rumah sakit,” ungkap Nadia.

Tantangan utama saat ini adalah keraguan masyarakat untuk memeriksakan diri serta sinkronisasi sistem agar pasien tidak ‘hilang’ di tengah jalan. Oleh karena itu, RAN Kanker Payudara disusun berpedoman pada tiga pilar WHO Global Breast Cancer Initiative, yakni:

  • Deteksi Dini: 60% pasien didiagnosis pada stadium awal (stadium 1 atau 2)
  • Diagnosis Cepat: diagnosis tegak dalam waktu 60 hari sejak gejala awal muncul
  • Pengobatan Tuntas: Lebih dari 80% pasien menerima terapi modalitas (kombinasi operasi, radiasi, kemoterapi, dll) hingga selesai

RAN Kanker Payudara 2025–2034 sendiri mencakup lima strategi utama: promosi kesehatan, peningkatan deteksi dini, perluasan akses layanan bermutu, penguatan registrasi kanker, dan koordinasi kemitraan multipihak.

Upaya ini diperkuat melalui forum Public Private Community Partnership (PPCP) yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (26/2/2026) lalu. 

Forum diskusi yang berlangsung setengah hari ini melibatkan lintas sektor yang menyatukan pemerintah, organisasi profesi, swasta, dan komunitas penyintas dalam mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan kanker di Indonesia.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement