Gedung Putih mengatakan bahwa Trump akan mengunjungi China dari 31 Maret hingga 2 April, meskipun Beijing belum mengkonfirmasi jadwalnya.
Putaran pembicaraan sebelumnya diadakan di Jenewa, London, Stockholm, Madrid, dan Kuala Lumpur, yang membantu mengurangi tarif antara kedia negara yang sebelumnya sempat mencapai angka tiga digit.
Pembicaraan ini juga dilakukan tak lama setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang diumumkan Trump pada April 2025. (Wahyu Dwi Anggoro)