Menurut para sumber, pasukan AS juga membantu kapal tanker kosong memasuki Teluk dari Laut Arab, memuat minyak dari Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, dan kembali keluar melalui selat tersebut.
“Kami telah mengendalikan jalur selatan Selat Hormuz selama dua bulan terakhir,” kata seorang pejabat AS.
Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa operasi ini dimungkinkan setelah militer AS merusak kemampuan radar dan pengawasan maritim Iran.
Selat Hormuz adalah jalur utama untuk ekspor minyak dari produsen di Teluk ke pasar internasional. Gangguan pengiriman melalui jalur tersebut sejak perang pecah antara AS dan Iran telah memengaruhi pasokan energi global dan harga minyak. (Wahyu Dwi Anggoro)