IDXChannel - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.
Dilansir dari BBC pada Kamis (9/7/2026), Sejumlah ledakan dilaporkan oleh media pemerintah Iran di beberapa wilayah di selatan negara itu.
Wilayah Iran yang terkena serangan AS antara lain Sirik, Jask, dan Bandar Abbas. Ketiganya merupakan kota pelabuhan dekat Selat Hormuz.
"Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk," kata Trump dalam unggahan di media sosial.
Pada Selasa, militer AS memulai operasi besar-besaran terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
Pada Rabu, Iran menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan.
Bentrokan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan yang terburuk sejak Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad ditandatangani pada 17 Juni.
Kesepakatan antara AS dan Iran mencakup 14 poin, di antaranya gencatan senjata selama periode 60 hari, jalur aman bagi kapal melalui Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran.
Trump mengatakan pada Rabu bahwa perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran sudah berakhir. Dia juga menyatakan keengganannya untuk melanjutkan negosiasi dengan Teheran.
"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah. Anda tahu apa itu sampah? Mereka sampah. Mereka orang-orang sakit," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)