IDXChannel - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengarahkan kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk melalui perairan teritorial Oman.
Dilansir dari Anadolu pada Selasa (5/5/2026), AS memperingatkan bahwa jalur pelayaran utama di Selat Hormuz rawan ranjau laut yang dipasang Iran.
Arahan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan misi Project Freedom, yang bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang selama ini terjebak di Teluk Persia agar dapat keluar melalui Selat Hormuz.
Aktivitas pelayaran Selat Hormuz lumpuh sejak AS dan Israel memulai agresi ke Iran pada Februari. Teheran membalas serangan kedua negara tersebut antara lain dengan menutup jalur maritim penting tersebut.
Sejumlah kecil kapal berhasil melintasi Selat Hormuz setelah berkoordinasi dengan Iran. Teheran bahkan menyiapkan sistem tol bagi kapal yang ingin melintasi perairan tersebut.
Meski demikian, rencana Iran itu ditentang banyak negara dan industri pelayaran. AS mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada kapal yang membayar tarif tol ke Teheran.
Perusahaan pelayaran Maersk baru-baru ini mengungkapkan bahwa satu kapalnya berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan bantuan dari militer AS. Namun, banyak perusahaan lainnya masih ragu untuk mengikuti panduan AS di tengah ancaman serangan Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)