sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Fokus Normalisasi Tiga Sungai Utama

News editor Danandaya Arya Putra
25/01/2026 19:00 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal fokus melakukan normalisasi sungai utama untuk mengatasi banjir di Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal fokus melakukan normalisasi sungai utama untuk mengatasi banjir di Jakarta. (Foto: iNews Media/Danandaya Arya Putra).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal fokus melakukan normalisasi sungai utama untuk mengatasi banjir di Jakarta. (Foto: iNews Media/Danandaya Arya Putra).

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) bakal fokus melakukan normalisasi sungai utama yang melewati Jakarta. Hal ini sebagai strategi untuk memitigasi banjir di Ibu Kota.

"Jadi kami sudah memutuskan untuk normalisasi tiga sungai utama yang pertama adalah Sungai Ciliwung, yang kedua Kali Krukut, yang ketiga adalah (Kali) Cakung Lama," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026).

Diaa mencontohkan, Kali Cakung Lama yang idealnya memiliki lebar antara 15-20 meter saat ini hanya tersisa 2 meter. Penyempitan luas kali inilah yang menyebabkan air meluap sehingga menjadi biang kerok banjir di Jakarta. 

"Karena memang sebenarnya luas sungai seperti Cakung Lama itu antara 15 sampai 20 meter, tetapi sekarang tinggal 2 meter, mau diapa-apapun enggak bisa itu air turun ke laut," kata Pramono.

Pramono menegaskan bahwa proyek normalisasi sungai akan dikerjakan mulai tahun ini. Dengan begitu, manfaat normalisasi bisa segera dirasakan warga.

"Sehingga dengan demikian perlu kita lakukan normalisasi dan saya sudah memutuskan untuk semua itu kita lakukan dan kita mulai di tahun 2026 ini," ujar dia. 

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menawarkan relokasi bagi warga Rawa Buaya, Jakarta Barat saat meninjau ke pengungsian pada Sabtu (24/1/2026) kemarin.

"Pengungsi juga sudah hampir tidak ada, termasuk kemarin yang pengungsi paling besar itu di Rawabuaya saya sudah kesana dan saya sudah menawarkan untuk solusi jangka menengah," kata Pramono.

Dia menyampaikan permasalahan banjir di Rawa Buaya tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pompa untuk menyedot genangan. Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta menawarkan agar warga mau pindah dari pemukiman tersebut.

"Karena enggak mungkin hanya kemudian kita pakai pompa, memindahkan air. Solusinya apa jangka menengah? Ya mereka harus mau untuk dibangunkan rumah susun, dipindahkan, dan tempat itu kemudian dilakukan perbaikan," ucapnya.

Jika warga enggan meninggalkan kawasan tersebut, maka akan terus menjadi korban banjir. Karena wilayah tersebut merupakan muara sejumlah sungai di Jakarta Barat.

"Karena itu muara dari seluruh sungai yang ada di Jakarta di bagian barat, Angke, Pesanggrahan Mukopat, dan sebagainya semuanya masuk di tempat itu. Sehingga dengan demikian itulah yang akan kami lakukan perbaikan," kata Pramono.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement