Sebab banjir belum surut, BPBD Kabupaten Bekasi menyiapkan 21 lokasi pengungsian yang tersebar di enam kecamatan. Titik-titik pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas umum, mulai dari masjid, musala, sekolah, kantor desa, hingga tenda darurat.
Sebanyak 6.027 pengungsi berasal dari 15 desa di enam kecamatan yang terdampak paling parah. Kecamatan Babelan menjadi wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, di antaranya berada di Masjid Al-Hidayah, Masjid Jami, kantor desa, serta sejumlah posko RW.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 5.301 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terendam banjir dan berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat.
Dody menegaskan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan, mulai dari asesmen wilayah terdampak, evakuasi warga, hingga pendistribusian bantuan logistik.
“BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendampingan kepada warga terdampak. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” kata Dody.
(Nadya Kurnia)