“Sebagai kreditor terbesar di dunia, China seharusnya tidak mendapat manfaat dari pembiayaan pembangunan yang ditujukan untuk negara-negara yang lebih membutuhkan,” kata Hill dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Kementerian Keuangan China menyebut rencana itu sebagai hal yang wajar.
“Ini adalah hasil alami dari perubahan kebutuhan domestik dan transformasi kerja sama bilateral,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. (Wahyu Dwi Anggoro)