Oleh Karena itu, Gusti meminta masyarakat tidak langsung panik hanya berdasarkan data hotspot. Menurut dia, risiko karhutla memang tinggi, terutama di tengah kondisi El Nino, tetapi tingginya risiko tersebut harus diimbangi dengan kesiapan penanganan yang juga tinggi.
“Artinya apa? Risiko karhutla yang tinggi, betul, El Nino yang tinggi, itu kita lawan juga dengan kesiapan kita yang tinggi. Sehingga tidak panik,” lanjutnya.
Gusti menilai kepanikan justru dapat membuat penanganan karhutla menjadi tidak efektif. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat dan berbagai pihak justru saling mencari kesalahan.
“Karena kesannya kalau kita panik, kita sesama kita mencari kesalahan, kesalahan ini jadi saling salah,” katanya.
Di sisi lain, Gusti menilai penanganan karhutla dalam jangka pendek perlu memanfaatkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, pelaksanaan OMC saat ini menghadapi kendala karena kondisi awan yang dinilai tidak cukup mendukung.