“Jika curah hujan semakin kurang karena masuk musim kemarau, susah didatangkan lagi hujan lewat OMC, ada Satgas Darat sudah bekerja, telah terbentuk Satgas Darat gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat. Mereka sudah memiliki peralatan,” kata Suharyanto.
“Upaya terakhir jika OMC dan Satgas tidak bisa dilakukan karena api terlanjut besar, kita dukung dengan operasi helikopter water bombing,” lanjutnya.
Sejak 16 Februari hingga 4 Maret 2026, BNPB telah melakukan operasi modifikasi cuaca dengan 27 sorti penerbangan dan sebanyak 27 ton bahan semai telah disemai di langit Riau. Sedianya, fokus penanganan Karhutla berada di enam provinsi yang terdapat di pulau Sumatra dan Kalimantan.
“Ada enam provinsi prioritas penanganan Karhutla, sesuai inpres nomor 1 tahun 2020. Sumatra ada Riau, Jambi dan Sumatra Selatan, sementara itu Kalimantan ada Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” kata dia.
“Sampai awal Maret ini baru Provinsi Riau yang meminta bantuan kepada pemerintah pusat, sehingga hari ini Pak Menko Polkam hadir di Riau memimpin langsung,” kata Suharyanto.
(Nur Ichsan Yuniarto)