Untuk memastikan ekonomi tumbuh kencang tapi lingkungan tetap terjaga (resilient growth), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah menyiapkan dua "jurus jitu" di antaranya:
Pertama, bagi tugas penurunan emisi ke 38 provinsi. Pemerintah sudah punya peta jalan (Subnational NDC Roadmap) yang membagi target penurunan emisi nasional ke 38 provinsi di Indonesia.
"Kita sadar setiap provinsi beda-beda kondisi alam dan ekonominya. Jadi, targetnya disesuaikan. Dengan begini, pemerintah daerah punya tanggung jawab jelas, dan setiap aksi mereka bisa kita ukur dan awasi," kata Menteri Jumhur
Kedua, rencana adaptasi nasional 2026-2030. Menurut dia, perubahan iklim itu nyata dan mengancam periuk nasi kita.
"Kalau dibiarkan, hasil pertanian kita bisa turun 11 persen dan ekonomi kita bisa rugi lebih dari 6 persen setiap tahunnya," kata dia. Karena itu, pemerintah menjalankan Rencana Adaptasi Nasional (NAP) 2026-2030.