Meski begitu, belum diketahui pasti apakah puing yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR 400 yang dilaporkan hilang.
Untuk diketahui, pesawat ATR 400 dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Namun ketika hendak melakukan pendaratan, pihak bandara tidak menerima sinyal atau lost sinyal dari pesawat.
"Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," kata Lukman.
(Nur Ichsan Yuniarto)