sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BMKG Pastikan RI Tidak Berpotensi Heatwave Seperti di Eropa Meski El Nino Menguat

News editor Binti Mufarida
11/07/2026 09:37 WIB
BMKG memastikan Indonesia tidak berpotensi mengalami gelombang panas (heatwave) seperti yang melanda sejumlah negara di Eropa meski fenomena El Nino menguat.
BMKG Pastikan RI Tidak Berpotensi Heatwave Seperti di Eropa Meski El Nino Menguat. (Foto: iNews Media Group)
BMKG Pastikan RI Tidak Berpotensi Heatwave Seperti di Eropa Meski El Nino Menguat. (Foto: iNews Media Group)

“Sampai saat ini, kita masih melihat peluang terjadinya gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa atau Amerika relatif kecil karena karakteristik atmosfer Indonesia berbeda. Namun, bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi dampak panas terhadap kesehatan,” kata Ardhasena dalam Webinar Panduan Menjaga Kesehatan Keluarga di Musim Ekstrem El Nino, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Meski peluang heatwave kecil, BMKG mencatat tren pemanasan di Indonesia terus meningkat. Ardhasena menjelaskan suhu rata-rata nasional telah naik sekitar 0,13-0,14 derajat Celcius setiap dekade. Bahkan, Juni 2026 tercatat sebagai bulan terpanas sejak periode klimatologi 1991-2020.

“Jumlah hari panas maupun malam yang tetap hangat atau yang disebut sebagai tropical nights juga terus mengalami peningkatan, terutama di wilayah pesisir,” katanya.

BMKG, kata Ardhasena, juga memproyeksikan kondisi panas tersebut berpotensi semakin memburuk seiring perkembangan El Nino yang diperkirakan mencapai kategori kuat pada tahun ini.

“El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai intensitas kuat. Waspada peningkatan risiko kekeringan dan dampak turunannya, suhu ekstrem, dan heatstroke, serta potensi penurunan kualitas udara akibat kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla dan akumulasi polutan yang berdampak pada kesehatan,” tegasnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement