Ardhasena menegaskan ancaman utama bagi Indonesia bukanlah gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa, melainkan paparan suhu tinggi yang berlangsung secara terus-menerus dan diperparah oleh kelembapan udara tinggi sehingga meningkatkan beban panas yang dirasakan tubuh.
“Peluang terjadinya gelombang panas seperti di Eropa memang kecil. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi kondisi panas tinggi yang berlangsung secara berkelanjutan, diiringi kelembaban yang tinggi, dan bagaimana dampaknya terhadap tubuh manusia,” paparnya.
(Febrina Ratna Iskana)