Selain memproduksi happy water, para pelaku juga memproduksi narkotika berbentuk liquid vape etomidate. Tak berbeda jauh, harga narkotika ini juga dibanderol mencapai Rp2 juta per cartridge.
Budi mengatakan sindikat ini merupakan jaringan narkoba internasional China-Malaysia. Menurutnya, dari empat orang yang terciduk, salah satunya terlibat dalam jaringan narkoba internasional.
“Kami menemukan ada orang yang terindikasi terlibat di jaringan narkotika internasional yaitu China-Malaysia (dikirim) ke Indonesia,” kata Plt. Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo, Selasa (6/1/2026).
Budi juga menyebut para pelaku membawa bahan-bahan untuk meracik narkotika dari China. Saat tiba di Indonesia bahan-bahan itu diolah untuk menjadi liquid vape hingga happy water.
Budi menyampaikan BNN RI masih terus melakukan pengembangan untuk membongkar tuntas peredaran narkotika jaringan ini. Ia menjamin BNN RI berkomitmen untuk menjerat hukum mereka-mereka yang terlibat.
(Nadya Kurnia)