Selain kesiapan armada udara, BNPB juga menggenjot upaya preventif melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pada Rabu (28/10/2026). Berdasarkan data BNPB, OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total penggunaan bahan semai mencapai 22.600 kilogram, yang terdiri atas dry ice dan NaCl.
Operasi tersebut difokuskan di dua wilayah utama, yakni di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai (menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/TNTP). Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai (menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang).
"Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah berkat pelaksanaan OMC tersebut, termasuk di Banjarmasin,Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah," tambah Berton.
Secara keseluruhan, luas lahan dalam penanganan karhutla di berbagai provinsi tercatat seluas 434 hektare,yang meliputi Kalimantan Timur (169 ha), Sulawesi Tengah (85 ha), Sulawesi Tenggara (56 ha), Sulawesi Selatan (50 ha), Maluku (31 ha), Maluku Utara (23 ha), Nusa Tenggara Timur (10 ha), Gorontalo (4 ha),Kalimantan Selatan (4 ha), dan Jawa Timur (2 ha). Jika digabungkan dengan wilayah Papua Selatan seluas 161,5 ha, total luas lahan dalam penanganan mencapai 595,5 ha.
Di samping karhutla, laporan Koordinasi dan Pengendalian Operasi (Kordalops) BNPB mencatat adanya penambahan lima kejadian bencana baru pada Kamis (29/10). Bencana tersebut meliputi banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Mandailing Natal; tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat; serta karhutla di Kabupaten Morowali Utara.