Dia menjelaskan bahwa BPGMN memiliki struktur dan kedudukan yang berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sebelumnya. Jika dahulu BRGM berada di bawah kementerian, maka BPGMN ke depannya akan langsung berada di bawah komando Presiden.
"Tadi Pak Presiden mengatakan badan ini akan langsung berada di bawah Pak Presiden," ujarnya.
Selain itu, badan baru ini akan diisi oleh para ilmuwan serta kalangan profesional. Pemerintah juga memastikan BPGMN akan didukung oleh alokasi anggaran yang memadai agar kinerjanya optimal.
Fokus utama kerja BPGMN nantinya adalah melakukan pencegahan karhutla yang menyasar enam provinsi prioritas berbasis lahan gambut.
"Untuk kemudian kita dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di enam provinsi yang berbasis gambut: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," katanya.
(kunthi fahmar sandy)