sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cerita Pemudik Kembali ke Bekasi dengan Waktu Delapan Jam via Jalur Pantura

News editor Ravie Wardhani
15/04/2024 09:47 WIB
Salah satu titik kemacetan di Jalan Raya Pantura berada di Simpang Jomin, Purwakarta, Jawa Barat.
Cerita Pemudik Kembali ke Bekasi dengan Waktu Delapan Jam via Jalur Pantura (FOTO:MNC Media)
Cerita Pemudik Kembali ke Bekasi dengan Waktu Delapan Jam via Jalur Pantura (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Kemacetan di puncak arus balik mulai terjadi pada Minggu (14/4/2024) malam. Selain di Tol, kepadatan arus lalu lintas juga terjadi di Jalan Raya Pantura menuju Jakarta.

Salah satu titik kemacetan di Jalan Raya Pantura berada di Simpang Jomin, Purwakarta, Jawa Barat.

Sebab, titik ini menjadi pertemuan 2 jalur yakni Jalan Raya Cikopo dan Jalan Raya Pantura itu sendiri. Kemacetan ini berdampak pada waktu perjalanan para pemudik seperti, Sam, asal Indramayu misalnya.

Kepada MNC Portal Indonesia, pria 31 tahun itu menceritakan perjalannya dari kampung halaman.

Sejatinya, ia sengaja memilih kembali ke Bekasi di puncak arus balik hari ini dengan alasan memiliki waktu lengang.

Dia pun menyempatkan diri rehat di SPBU Babakan Maja, Jalan Raya Pantura.

Sambil menikmati segelas kopi, Sam dengan sabar menanti kemacetan mengurai. Apalagi, perjalanan mudiknya tahun ini memakan waktu lebih lama dari sebelumnya.

"Kalau hari biasa sih 4 jam ke Bekasi dari Indramayu. Sekarang bisa 7 sampai 8 jam," kata Sam kepada MNC Portal Indonesia, Senin, (15/4/2024) dini hari.

"Nggak buru-buru juga sih ini," tambahnya.

Sam mengaku sempat menemui kemacetan di beberapa titik sepanjang Jalan Raya Pantura. Hal itu disinyalir menjadi salah satu penyebab molornya waktu di perjalanan.

Disamping itu, Sam mengaku mudik menggunakan motor jauh lebih hemat. Ia hanya menghabiskan uang bensin sekitar Rp150 ribu untuk perjalanan pergi dan pulang.

"Kemarin pas pergi ngisi Rp70 ribu, pas pulang ini ngisi sekitar Rp50 ribu, sekarang tinggal 4 bar sih barusan dilihat," tutur Sam.

"Insha Allah cukup sampai Tambun baru ngisi lagi," imbuhnya. 

(SAN)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement