"Segala kegiatan ekspor yang sedang berlangsung dengan perusahaan-perusahaan tersebut harus segera dihentikan," katanya.
Secara terpisah, Kementerian Keuangan China mengumumkan bahwa pihaknya memasukkan 46 perusahaan AS ke dalam daftar larangan pengadaan.
Pembeli China dilarang untuk mengimpor produk apa pun dari 46 perusahaan tersebut, meskipun entitas yang didanai AS yang beroperasi di China masih dapat melakukannya.
Dua minggu lalu, AS menambahkan raksasa e-commerce Alibaba, penyedia pencarian internet Baidu, dan produsen mobil BYD dan Nio ke dalam daftar perusahaan yang diyakini membantu militer China. (Wahyu Dwi Anggoro)