Dari Mekaar, langkah Leni berlanjut ke layanan lain dalam satu ekosistem yang sama. "Sekarang alhamdulillah sayang dapat tambahan pemasukan jadi agen BRILink Mekaar, tetangga yang mau bayar listrik dan biaya sekolah anak tidak perlu jauh-jauh ke kota," ceritanya. Selain itu, sebagai bekal masa depan keluarganya, Leni juga mulai menabung emas lewat Tabungan Emas Pegadaian, yang kini semakin mudah diakses dan dipantau lewat aplikasi digital. Tiga layanan, tiga entitas, satu ekosistem yang sama, hadir dalam satu perjalanan hidup yang dulu nyaris putus asa.
Kerja keras yang dulu dipandang sebelah mata kini menuai pengakuan, termasuk penghargaan Kalpataru. Namun bagi Leni, penghargaan sesungguhnya bukan piala di atas rak, melainkan danau yang kembali hidup dan anak-anak yang memiliki masa depan lebih cerah. "Saya menangis, kenapa Allah punya cerita untuk saya begitu. Jadi saya bisa membantu teman-teman," ujarnya, mengenang perjalanan yang berawal dari satu perahu dan satu genggam sampah.
Perjalanan Leni yang berawal dari satu perahu dan satu genggam sampah itu, pada akhirnya bukan cerita tunggal. Ia adalah cerminan dari perjalanan lebih besar yang tengah dirayakan tahun ini. Tanggal 13 September menjadi tanggal bersejarah bagi ekosistem keuangan mikro Indonesia, sebab lima tahun lalu di tanggal yang sama, Holding Ultra Mikro lahir dari sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dengan satu cita-cita sederhana, memastikan tidak ada lagi pengusaha kecil yang berjuang sendirian.
Group CEO BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa lima tahun pertama Holding Ultra Mikro merupakan fondasi untuk membangun fase pertumbuhan berikutnya. Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih dalam dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.
“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” pungkas Hery.
Cita-cita sederhana itu telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia, membuka jalan bagi mereka untuk naik kelas lewat pembiayaan, pendampingan, dan pendidikan keuangan yang berkesinambungan. Leni adalah salah satu dari jutaan wajah itu, bukti hidup bahwa modal kecil, bila disertai pendampingan yang tulus, mampu menumbuhkan keberanian sebesar keinginan untuk bertahan.
"Lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro adalah lima tahun kita belajar bahwa pemberdayaan sejati tidak diukur dari besarnya modal, melainkan dari seberapa jauh ia menuntun seseorang kembali berdiri. Kisah Ibu Leni mengingatkan kita, di balik setiap danau yang kembali jernih, ada perempuan yang memilih untuk terus berjuang, dan PNM bersama BRI dan Pegadaian akan selalu berusaha untuk hadir menemani perjuangan itu," ujar Kindaris, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
Dari satu danau, satu keluarga, dan satu tekad untuk tidak menyerah, lahirlah kisah yang menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa lima tahun Holding Ultra Mikro bukan sekadar angka pencapaian, melainkan lima tahun harapan yang terus mengalir, sebagaimana Danau Sipin yang kini kembali menjadi sumber kehidupan.
(Shifa Nurhaliza Putri)