Di tengah langkah masif Peruri bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security, program ini menjadi bukti bahwa perusahaan tetap berpijak pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan dasar yang membuka kemandirian ekonomi.
Langkah ini juga merupakan wujud nyata kontribusi Peruri terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pilar Pekerjaan Layak dan Berkurangnya Kesenjangan.
Sejalan dengan hal tersebut, Founder KTI Foundation, Inaraya, menyampaikan bahwa pelatihan menyablon dipilih karena relatif mudah dipelajari dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.
“Masih banyak penyandang disabilitas dengan potensi dan semangat tinggi yang belum mendapatkan akses pelatihan yang tepat. Keterampilan sablon ini bisa menjadi bekal yang sangat relevan bagi mereka, baik untuk merintis wirausaha maupun bekerja di sektor percetakan,” kata Inaraya.