Adapun, langkah dua perusahaan itu untuk mengalihkan basis produksinya ke Vietnam berimbas pada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan buruh di Indonesia.
"Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4.000, bahkan lebih parah lagi 3.000 omong-omongnya (yang berpotensi di PHK)," kata dia.
Presiden KSPI ini berharap Negara perlu hadir untuk ikut memfasilitasi antara pihak perusahaan dengan para pekerjanya. Terlebih, relokasi ini sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan pusat yang berada di Jepang.
(Febrina Ratna Iskana)