“Kami mendesak pemerintah serta aparat terkait supaya mengusut perambahan hutan di wilayah Sumut. Sebab kalau hal ini terus dibiarkan, bencana alam seperti ini akan terus terjadi jika perambahan hutan tidak segera diatasi,” ujarnya.
Kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir Sumatera saat ini, dia mengimbau tetap bersabar. Pemerintah sampai sejauh ini terus berupaya melakukan penanganan. Apalagi saat ini di berbagai titik jalan dan jembatan putus, sehingga bantuan logistik masih terhambat.
Sebagai contoh, Kota Sibolga yang belum bisa ditempuh jalur darat sehingga pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur laut. Juga berdasarkan pantauan langsung Kepala KSP Muhammad Qodari, terdapat belasan jembatan rusak di Padang Pariaman.
“Bagi keluarga kena musibah, termasuk meninggal dunia, kita ikut berduka. Bagi masyarakat yang saat ini masih mengungsi kita harapkan tetap semangat. Intinya, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menyelesaikan urusannya sendiri, pasti hadir, tetapi tetap mohon kesabaran. Apalagi cuaca ini tidak bisa kita kendalikan, curah hujan yang masih begitu tinggi saat ini,” pungkasnya.
(Nadya Kurnia)