Lonjakan inflasi di Iran – salah satu yang terparah yang dialami negara itu sejak Perang Dunia Kedua – terkait erat dengan depresiasi tajam mata uang rial.
Inflasi mengikis daya beli mata uang tersebut, sementara penurunan rial secara berturut-turut, pada gilirannya, memicu inflasi lebih lanjut dengan meningkatkan biaya impor dan menaikkan ekspektasi inflasi. (Wahyu Dwi Anggoro)