sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Geledah Kantor Wali Kota Madiun, KPK Sita Dokumen Proyek Pengadaan

News editor Nur Khabibi
01/02/2026 10:31 WIB
Penyidik nantinya mengekstrak, mendalami, dan menganalisis untuk mendukung perkara kasus dugaan korupsi wali kota Madiun.
Geledah Kantor Wali Kota Madiun, KPK Sita Dokumen Proyek Pengadaan. (Foto: MNC Media)
Geledah Kantor Wali Kota Madiun, KPK Sita Dokumen Proyek Pengadaan. (Foto: MNC Media)

Sebelumnya, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan perkara korupsi yang menyeret Maidi berkaitan dengan dugaan pemerasan dengan modus fee proyek hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR). 

Selain pemerasan, KPK juga turut mendapati fakta bahwa Maidi pernah menerima gratifikasi saat menjadi Wali Kota Madiun pada periode 2019-2022.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan dana CSR dan penerimaan lainnya di Pemkot Madiun, KPK menaikan perkara ini sekaligus menetapkan tiga tersangka,” ungkap Asep, Selasa (20/1/2026).

Ketiga tersangka di antaranya:

  • Maidi (Wali Kota Madiun)
  • Rochim Ruhdiyanto (Pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Maidi)
  • Thariq Megah (Kepala Dinas PUPR Kota Madiun)

Seluruh tersangka langsung ditahan di selama 20 hari ke depan terhitung 20 Januari-8 Februari 2026.

Sementara dalam kesempatan yang sama Asep menjelaskan jumlah uang yang diterima Maidi dalam kasus pemerasan berjumlah Rp600 juta. Selanjutnya, penerimaan gratifikasi selama dirinya menjabat kepala daerah bertotal Rp1,1 miliar.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement