sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gempa Bumi Magnitudo 6,4 Guncang Filipina, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News editor Binti Mufarida
05/08/2026 14:25 WIB
Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.5 pada kedalaman 10 km.
Gempa Bumi Magnitudo 6,4 Guncang Filipina, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Gempa Bumi Magnitudo 6,4 Guncang Filipina, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

IDXChannel - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang Mindanao, Filipina. Gempa terjadi pada hari ini Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 11:14 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Wijayanto melaporkan, dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.5 pada kedalaman 10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.29° LU; 125.43° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 186 Km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Wijayanto.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe; Miangas, Kepulauan Talaud; dan Kendahe, Kepulauan Sangihe.

Wijayanto memastikan hingga pukul 11:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya 2 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4.8.

“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata Wijayanto.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement