Budi mengungkapkan, pemerintah bergerak cepat mengatasi kelumpuhan layanan di RSUD Nagekeo dengan mendistribusikan sarana darurat berupa rumah sakit lapangan agar penanganan medis kritis tetap berlanjut di lokasi penanganan bencana.
“Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kita kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Jadi pakai tenda gitu ya kita kirim ke sana dan rencana mungkin tiba di Nagekeo dalam sehari dua hari ini dan bisa terbangun,” kata dia.
Hal tersebut dilakukan guna memulihkan berbagai fasilitas kesehatan secara cepat agar layanan kesehatan bagi para korban bisa lebih optimal. Mengingat, dampak kelumpuhan fasilitas medis serta rusaknya akses jalan antar wilayah sangat krusial.
Budi bahkan menceritakan dinamika evakuasi penanganan seorang ibu hamil dengan komplikasi berat yang tertahan akibat terputusnya rute jalan menuju rumah sakit rujukan terdekat.
“Tadi malam juga Pak Gubernur juga sempat ikut. Kita ada satu pasien di Nagekeo yang ibu hamil melahirkan komplikasinya berat, enggak bisa dibawa karena rumah sakitnya enggak beroperasi. Yang paling dekat RSUD Borong dua jam yang baru kita bangun atau Rumah Sakit Komodo yang baru, cuma itu empat jam,” tutur Budi.