“Untuk mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Gibran menegaskan, pembangunan transportasi publik harus memperhatikan aspek kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk ibu hamil, lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Dia juga menilai kebijakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat di Jakarta sebagai langkah positif dalam mendorong penggunaan transportasi umum.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan progres pembangunan MRT fase 2A Bundaran HI hingga Kota hampir menyentuh 60 persen per akhir April 2026.
Secara rinci, progres pembangunan Bundaran HI hingga Harmoni telah mencapai 92,5 persen dan ditargetkan mendekati 100 persen pada akhir tahun. Sedangkan jalur Harmoni hingga Mangga Besar telah mencapai 64 persen, sementara Mangga Besar hingga Kota mencapai 84 persen.