Fenomena Lava Fountain
Berdasarkan pengamatan Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sedangkan asap kawah tidak teramati.
Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
BNPB bersama PVMBG dan BPBD menekankan masyarakat, khususnya di pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terkait isu tsunami. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan dan informasi resmi dari pemerintah.
Dalam menghadapi aktivitas erupsi, BNPB menekankan tiga hal utama, yakni memastikan keselamatan masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mematuhi arahan petugas. Pemerintah daerah bersama unsur terkait diminta memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada di radius bahaya.