Dia mengatakan bahwa kehadiran papan ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana para siswa sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut dinilainya sangat membantu siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran.
"Saya ingin anak-anak bisa lebih termotivasi kembali untuk mengejar cita-citanya melalui pembelajaran ini," tutur Acep.
Selain siswa, para pengajar juga merasakan manfaat signifikan dari penggunaan papan digital interaktif. Acep menuturkan bahwa dirinya kini tidak perlu lagi membawa banyak buku fisik ke sekolah setiap hari, karena seluruh materi telah tersedia dalam bentuk digital di dalam sistem.
Bahkan, ia dapat mengakses seluruh modul pembelajaran tersebut tanpa koneksi internet. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama penggunaan papan tersebut.
“Yang dulu kita membawa buku sekian banyak setiap hari ke sekolah, saat ini kita cukup membuka file yang ada di papan interaktif tersebut. Rekan-rekan guru yang lain pun kini termotivasi untuk belajar menggunakan digitalisasi,” kata Acep.