Ratusan kapal menurunkan jangkar di kedua sisi selat, setelah sejumlah kapal terkena serangan pada akhir pekan lalu.
"Beberapa kapal tanker masih berlayar melalui selat tersebut, dengan sejumlah pelayaran mematikan AIS (sistem identifikasi otomatis)," kata Analis Kpler Matt Wright.
Salah satu contohnya adalah kapal tanker Kavomaleas, yang memancarkan sinyal di sebelah timur selat pada 3 Maret dan baru menyalakannya lagi setelah melintasi Hormuz sekitar 14 jam kemudian.
Contoh lain adalah kapal kontainer sepanjang 130 meter yang terdaftar di Panama, yang meninggalkan Pakistan pada Senin. Terdeteksi mendekati Selat Hormuz pada Rabu malam, kapal tersebut telah berada di dalam Teluk Persia sejak Kamis pagi.
Kapal Pushpak, yang dirancang untuk mengangkut produk minyak bumi, meninggalkan Teluk Persia pada Kamis malam, setelah berangkat dari pelabuhan Irak awal pekan ini. (Wahyu Dwi Anggoro)