Acara dihadiri oleh Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, beserta Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina; Direktur Operasional SMCC Utama Indonesia, Suwandhi Durahman; Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Titin; serta Kepala Korporasi Institusi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Barat, Carlos.
Rangkaian seremoni mencakup penyerahan suvenir secara simbolis kepada pekerja, pengecoran simbolis, pemotongan tumpeng, serta management walkthrough untuk meninjau langsung lokasi mockup dan progres pekerjaan di Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
Budaya Zero Accident yang melahirkan pencapaian ini dijalankan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di proyek—mulai dari para pekerja, pengawas, hingga jajaran manajemen, baik dari SMCC maupun Hutama Karya. Pola pelibatan menyeluruh inilah yang mejaga konsistensi penerapan standar keselamatan di lapangan, sekaligus memperkuat komitmen yang harus terus dirawat pada tahap-tahap pekerjaan berikutnya.
"Kegiatan hari ini menegaskan komitmen kami untuk terus menjalankan budaya Zero Accident secara disiplin, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Apa yang sudah dicapai di Proyek MRT CP203 ini akan kami jaga konsistensinya, dan menjadi pesan bagi proyek-proyek Hutama Karya lainnya untuk menerapkan program yang sama. Keselamatan adalah faktor utama dalampelaksanaan pekerjaan, sejalan dengan upaya kami menjaga progres dan kualitas hasil," ujar Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi.
Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan dengan skema joint operation antara Hutama Karya dan SMCC. Proyek ini menjadi salah satu tulang punggung pengembangan transportasi massal Ibu Kota dan diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta mendukung mobilitas masyarakat Jakarta secara berkelanjutan.