IDXChannel - Para pemimpin India dan Uni Eropa akan mengumumkan kesepakatan dagang ketika mereka bertemu di New Delhi pada Selasa (27/1/2026).
Dilansir dari AFP, mereka akan meresmikan pakta perdagangan besar yang dicapai setelah dua dekade negosiasi.
Menurut sejumlah pejabat India, negosiasi rampung pada Senin kemarin. New Delhi dan Brussel berharap pakta tersebut dapat membantu melindungi kepentingan mereka di tengah tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan China.
"Negosiasi tingkat resmi diselesaikan dan kedua pihak siap untuk mengumumkan keberhasilan penyelesaian pembicaraan dalam pertemuan puncak pada Selasa," kata Sekeretaris Perdagangan India Rajesh Agrawal kepada AFP pada Senin malam.
Disambut sebagai tamu kehormatan pada parade Hari Republik India pada Senin, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa pagi.
Uni Eropa telah mengincar India—negara terpadat di dunia—sebagai pasar penting di masa depan, sementara New Delhi melihat blok Eropa sebagai sumber penting teknologi dan investasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan infrastruktur secara cepat dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Perdagangan bilateral Uni Eropa-India mencapai 120 miliar euro pada 2024, peningkatan hampir 90 persen selama dekade terakhir, dengan tambahan 60 miliar euro dalam perdagangan jasa.
Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, mengatakan perjanjian tersebut akan menjadi kesepakatan dagang terbesar sepanjang masa.
"Negosiasi akhir telah terfokus dan membuahkan hasil, dan kami sekarang sangat optimistis bahwa kami akan mencapai kesepakatan perdagangan bersejarah ini," kata seorang pejabat Uni Eropa yang berbicara dengan syarat anonim.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, India diharapkan akan mempermudah akses pasar untuk produk-produk utama Eropa, termasuk mobil dan anggur, sebagai imbalan atas kemudahan ekspor tekstil dan farmasi, di antara hal-hal lainnya.
"Uni Eropa akan mendapatkan akses tertinggi yang pernah diberikan kepada mitra dagang di pasar India yang selama ini dibatasi," kata von der Leyen pada Minggu, menambahkan bahwa ia memperkirakan ekspor Uni Eropa ke India akan berlipat ganda.
Kesepakatan ini muncul ketika Brussel dan New Delhi sama-sama berupaya membuka pasar baru dalam menghadapi tarif AS dan kontrol ekspor China.
India dan Uni Eropa juga diharapkan untuk menyepakati kesepakatan untuk memfasilitasi pergerakan pekerja musiman, mahasiswa, peneliti, dan profesional berketerampilan tinggi, serta pakta keamanan dan pertahanan.
"India dan Eropa telah membuat pilihan yang jelas. Kita menunjukkan kepada dunia yang terpecah belah bahwa ada jalan lain yang mungkin," kata von der Leyen.
India, negara terpadat di dunia, berada di jalur untuk menjadi ekonomi terbesar keempat tahun ini, menurut proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF).
Uni Eropa menyepakati kesepakatan dagang dengan sejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan Indonesia tahun lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)