"Serta adanya 32 ton yang gagal kirim via laut dan saat ini dilakukan re-ekspor melalui jalur udara. Termasuk Bulog kemarin sempat mengirim dengan kapal pada awal Ramadan sejumlah 2.200 ton beras," kata Gus Irfan.
"Tapi dua hari setelah pengapalan meletus perang sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa jadi diberangkatkan berasnya," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)