IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendorong penyelesaian negosiasi Tata Perilaku atau Code of Conduct di Laut China Selatan tahun ini.
Hal itu disampaikan pada sesi pleno Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) ke-59 di Manila, Filipina hari ini, Selasa (21/7/2027).
“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi," kata Sugiono dalam pernyataannya.
Kesepakatan ini dimaksudkan untuk menetapkan aturan, mengurangi kesalahan perhitungan, dan mencegah eskalasi di perairan yang diperebutkan sejumlah anggota ASEAN dan China.
"Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya rivalitas global dan tekanan terhadap multilateralisme, Sugiono juga mendorong agar kemitraan ASEAN dengan pihak eksternal semakin diarahkan pada kebutuhan konkret kawasan, termasuk respons krisis, ketahanan pangan dan energi, serta ketangguhan rantai pasok.
Pada pertemuan ini, para Menlu ASEAN juga telah secara resmi menerima Turki sebagai Mitra Wicara ASEAN. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan kerja sama konkret yang berkontribusi terhadap pembangunan Komunitas ASEAN.
Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Indonesia mendorong penguatan mandat dan sumber daya ASEAN agar sejalan dengan ambisi Visi Komunitas ASEAN 2045.
“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” kata Sugiono.
Rangkaian AMM/PMC ke-59 dan pertemuan terkait berlangsung di Manila pada 20–24 Juli 2026. Pertemuan mempertemukan para menlu ASEAN dan mitra eksternal untuk membahas pembangunan Komunitas ASEAN, hubungan eksternal, serta berbagai isu kawasan dan global. Tahun ini, Filipina memegang Keketuaan ASEAN dengan tema Navigating Our Future, Together.
Pertemuan ini mengesahkan beberapa dokumen penting, antara lain Joint Communique sebagai dokumen konsensus yang mencerminkan posisi dan pandangan bersama Negara Anggota ASEAN terhadap perkembangan kerja sama ASEAN serta berbagai isu strategis kawasan dan internasional; Pernyataan Menlu ASEAN mengenai Situasi Terkini di Timur Tengah; Panduan Modalitas Hubungan dengan Negara Pihak Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC); Panduan Aksesi TAC; serta Daftar Kriteria dan Indikator Kemitraan Wicara ASEAN. (Wahyu Dwi Anggoro)