Alasan utama Indonesia bergabung, lanjut Sugiono, adalah agar dapat turut mengawal arah kebijakan dewan sehingga tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
Kehadiran Indonesia juga dinilai penting untuk memberi masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil bersifat nyata dan berkelanjutan.
“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono.
Dia menambahkan, dibandingkan sekadar pernyataan atau kecaman, Dewan Perdamaian Dunia menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian.
Indonesia, kata dia, akan terus memanfaatkan keanggotaannya untuk memastikan proses tersebut berjalan sesuai prinsip keadilan dan stabilitas internasional.
(Nadya Kurnia)