Kepada Menteri Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Dwight Fitzgerald Bramble, Indonesia berharap dapat mempererat komunikasi dan kerja sama dengan negara kepulauan Karibia tersebut.
Selanjutnya, Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Dominika Víctor Orlando Bisonó Haza mengatakan, perjanjian PBVDD antara kedua negara sekaligus mendorong mobilitas dan membangun kepercayaan antar kedua negara.
“Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum,” lanjutnya.
Forum tersebut diinisiasi Kemlu sejak 2019 dan menjadi ajang ekonomi tahunan yang memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar).
Forum ini juga menjadi wadah bagi Indonesia untuk memperluas tujuan ekspor komoditas Indonesia ke negara-negara mitra non-tradisional.
Melalui penandatanganan perjanjian dan pertemuan bilateral dengan ketiga negara, Sugiono juga bertukar pandangan terkait isu geopolitik global dan menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia untuk menjabat kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk kelima kalinya pada periode 2029–2030.
“Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang semakin konkret dan saling menguntungkan," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)