IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengikuti pertemuan terkait Gaza di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata," kata Sugiono dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries, dikutip pada Selasa (22/9/2026).
"Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza," katanya.
Kelompok Group of Eight terdiri atas Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan.
Menlu menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan, terutama di tengah situasi Gaza yang justru terus memburuk.
“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” ujar Sugiono.
Menlu juga menekankan pentingnya negara-negara Group of Eight untuk terus menyuarakan pesan tegas yang seirama bagi perdamaian Palestina.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam pada Sidang Umum PBB tahun lalu, yang bertujuan untuk mencari langkah konkret penyelesaian isu Palestina. Sejak saat itu, koordinasi terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat (AS), guna menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.
Sugiono memimpin delegasi Indonesia pada rangkaian High-Level Week Sidang Umum PBB ke-81 di New York.
Selama di New York, Menlu akan mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi dan pertemuan tingkat menteri yang membahas isu-isu strategis global, termasuk perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, pembangunan, perubahan iklim, serta penguatan multilateralisme.
Di sela-sela menghadiri Sidang Umum PBB, Menlu Sugiono akan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah negara anggota PBB dan mitra Indonesia untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta berbagai isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.
Indonesia juga akan memanfaatkan momentum High-Level Week tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
(Wahyu Dwi Anggoro)