Dalam unggahannya, dr. Camoya menyinggung langsung kekhawatiran masyarakat soal pandemi jilid 2. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa virus hanta berbeda dengan COVID-19.
Menurutnya, virus tersebut bukan virus baru dan cara penularannya juga tidak sama dengan virus Covid-19. Dia menerangkan bahwa virus hanta biasanya berasal dari tikus liar, terutama melalui urin, kotoran, maupun debu yang terkontaminasi.
Risiko paparannya meningkat saat membersihkan gudang lama, ruangan tertutup berdebu, atau area dengan infestasi tikus. Dokter Camoya juga menjelaskan, meskipun kasusnya relatif jarang, namun virus hanta tetap perlu diwaspadai.
Pasalnya, pada beberapa kasus, virus hanta dapat menyerang paru-paru dan memicu gangguan pernapasan berat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk fokus pada langkah pencegahan dibandingkan dengan terpancing ketakutan berlebihan soal potensi pandemi baru.
Beberapa langkah yang disarankan dan dapat dilakukan untuk menghindari virus ini di antaranya: