Eka Hospital Group sendiri sudah berpengalaman dalam memanfaatkan teknologi robotik dalam tindakan operasi. Bedah teranyar, Rina menceritakan, ada satu pasien yang mesti dibuang sebagain ususnya lantaran terdapat tumor. Operasi demikian termasuk berat sehingga biasanya berakibat mengeluarkan darah tidak sedikit.
Namun, dengan teknologi robotik ini, risiko di meja operasi dapat ditekan sekecil mungkin. "Jadi ginjal itu dipotong setengahnya tetapi kami semua melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana operasi itu dilakukan dan darah itu sangat minimal, betul-betul minimal itu tidak sampai satu cangkir, kata Rina.
Sehingga, Rina menekankan efek turunan pasca-operasi dapat pula diminimalisir demi kebaikan pasien. Jadi, nanti waktu masa pemulihan dan masa tinggal di rumah sakit juga akan lebih cepat. "Nah, ini sangat-sangat berguna untuk pasien supaya mereka bisa cepat pulih dan tidak berlama-lama di dalam rumah sakit dan bisa melakukan pengobatan atau kontrol yang selanjutnya," katanya.
Dalam kesempatan sama, Hospital Director Eka Hospital Group dr Shierly Novan menjelaskan, pelayanan di fasilitas kesehatan ini tidak hanya bersifat rehabilitatif, tapi juga promotif, preventif dan kuratif. Dalam pelayanan kepada pasien pun, rumah sakit melakoninya dengan pendekatan interdisipliner.
"Di setiap fase pilar pelayanannya ini, kami selalu mengadopsi teknologi terkini mulai dari layanan diagnostik hingga layanan surgery. Kami memaknai bahwa manusia merupakan makhluk yang kompleks sehingga pelayanan kesehatannya pun memerlukan pelayanan kolaboratif," ujar Shierly.
"Dan ini diharapkan tentunya Eka Hospital Group mampu berkompetisi tidak hanya dengan rumah sakit di Indonesia namun juga dengan rumah sakit di luar dari Indonesia," ujarnya.
(Dhera Arizona)