Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz praktis lumpuh sejak perang dimulai pada akhir Februari. Kapal-kapal tidak berani melintas karena ancaman serangan dari Iran.
Irak adalah salah satu produsen minyak pertama di wilayah tersebut yang memangkas produksi, karena kapasitas penyimpanan cadangan dengan cepat terisi akibat ekspor dari Teluk Persia yang terhenti.
Hanya dua kapal yang memuat minyak di pelabuhan Basrah di selatan Irak pada April, turun dari 12 kapal pada Maret.
Biasanya, sebanyak 80 tanker per bulan memuat minyak di pelabuhan tersebut. Irak masih mengekspor minyak mentah melalui pipa, tetapi jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan jika melalui laut. (Wahyu Dwi Anggoro)