sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran Berdiri Sendiri Lawan AS, Ajak Negara-Negara Arab Merenung

News editor Rahmat Fiansyah
03/03/2026 17:55 WIB
Iran menegaskan akan terus melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sambil menolak upaya gencatan senjata yang ditawarkan sejumlah pihak.
Iran menegaskan akan terus melawan AS dan Israel sambil menolak upaya gencatan senjata yang ditawarkan sejumlah pihak. (Foto: iNews Media Group)
Iran menegaskan akan terus melawan AS dan Israel sambil menolak upaya gencatan senjata yang ditawarkan sejumlah pihak. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Iran menegaskan akan terus melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Negara Mullah itu menolak ajakan negosiasi untuk menghentikan perang tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghei mengingatkan bahwa Israel selama ini tidak pernah menahan diri untuk melakukan tindakan jahat.

"Saya meminta sahabat-sahabat Arab saya untuk merenung dengan seksama. Rezim (Zionis) tersebut tidak ragu untuk memperluas perang, mencemari reputasi Iran, dan melakukan kejahatan kepada negara-negara lain," kata Esmail dilansir Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, dia juga menyebut, Iran saat ini menjadi negara satu-satunya yang melawan AS dan Israel. Dia menyebut, kedua negara tersebut sebagai iblis. "Iran hanya satu-satunya kekuatan yang tersisa yang berdiri melawan iblis," ujar Esmail.

Pernyataannya itu sekaligus menepis gencatan senjata yang ditawarkan kepada Teheran. Iran menyatakan, agresor telah menyerang terlebih dahulu hingga menewaskan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei. Kini, Iran membalas dengan meluncurkan rudal-rudal miliknya ke Israel dan negara-negara yang menjadi basis militer AS di Timur Tengah.

Esmail juga menyinggung soal serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Dia menegaskan, Iran membidik aset-aset milik AS dan Israel di negara-negara Arab, termasuk pasukannya.

Sejumlah pihak sebelumnya telah menawarkan diri untuk menjadi mediator atas perang tersebut. Beberapa kepala negara seperti Presiden Indonesia, Prabowo Subianto hingga Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan kesediaannya menengahi konflik tersebut.

Sementara itu, Qatar yang selama ini mediator negosiasi antara Iran dan AS menyatakan, hingga saat ini tidak ada komunikasi apapun dengan Iran. Kondisi tersebut mengindikasikan belum ada tanda-tanda Iran akan menghentikan serangannya.

Di samping itu, perang antara Iran dan AS-Israel juga kian meluas. Hizbullah yang memiliki kedekatan Iran dan bercokol di Libanon bagian selatan juga ikut bergabung untuk melawan Israel.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement