Esmail juga menyinggung soal serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Dia menegaskan, Iran membidik aset-aset milik AS dan Israel di negara-negara Arab, termasuk pasukannya.
Sejumlah pihak sebelumnya telah menawarkan diri untuk menjadi mediator atas perang tersebut. Beberapa kepala negara seperti Presiden Indonesia, Prabowo Subianto hingga Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan kesediaannya menengahi konflik tersebut.
Sementara itu, Qatar yang selama ini mediator negosiasi antara Iran dan AS menyatakan, hingga saat ini tidak ada komunikasi apapun dengan Iran. Kondisi tersebut mengindikasikan belum ada tanda-tanda Iran akan menghentikan serangannya.
Di samping itu, perang antara Iran dan AS-Israel juga kian meluas. Hizbullah yang memiliki kedekatan Iran dan bercokol di Libanon bagian selatan juga ikut bergabung untuk melawan Israel.
(Rahmat Fiansyah)