IDXChannel - Iran memulai kembali pembicaraan dengan negara tetangganya, Oman, terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Iran dan Oman melakukan diskusi yang terputus-putus selama beberapa minggu ke belakang. Mereka membahas pemulihan lalu lintas pelayaran di jalur maritim strategis tersebut.
Selat Hormuz dilewati seperlima ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) global sebelum perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melumpuhkan jalur maritim tersebut.
"Inisiatif ini bertujuan untuk membangun koridor maritim bersama sementara dan proyek pembersihan ranjau untuk memulihkan navigasi yang aman melalui wilayah tersebut," kata Iran dan Oman dalam pernyataan bersama seusai pembicaraan tersebut, dilansir dari Bloomberg pada Rabu (26/8/2026).
"Pembicaraan teknis antara kedua pihak akan berlanjut dengan tujuan untuk menyepakati koridor maritim permanen, pengelolaan selat di masa depan, serta mekanisme pertukaran informasi, manajemen lalu lintas, dan penyediaan layanan maritim dan keamanan yang relevan," kata keduanya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali mengeklaim pihaknya telah membersihkan ranjau dari selat tersebut. Awal pekan ini, AS mengumumkan serangkaian sanksi ekonomi baru yang dirancang untuk makin mengisolasi Iran.
"Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan dihancurkan," kata Trump.
Banyak pihak ragu terhadap klaim Trump tersebut, mengingat operasi pembersihan ranjau memakan waktu dan rumit.
Kesepakatan antara Iran dan Oman dapat membantu menghidupkan kembali pembicaraan antara Teheran dan Washington yang kolaps baru-baru ini. (Wahyu Dwi Anggoro)