Laporan tersebut juga dimuat oleh surat kabar pemerintah Iran dan harian reformis Shargh.
Pertemuan kemungkinan akan berlangsung di Turki pada Jumat, menyusul mediasi dari Mesir, Qatar, Turki, dan Oman.
Hubungan AS dan Iran memanas akibat demonstrasi anti-pemerintah di Negeri Mullah tersebut. Trump mengancam akan menyerang jika Teheran menindak keras para demonstran, sementara Iran menuduh Washington dan Israel mendalangi kerusuhan di negaranya.
Iran menghadapi sanksi Barat selama bertahun-tahun karena program nuklirnya. AS dan Israel menuduh Iran ingin memiliki senjata nuklir, hal yang dibantah keras Teheran.
Di masa jabatan pertamanya, Trump membatalkan perjanjian nuklir Iran yang dicapai pendahulunya, Barack Obama. Sampai saat ini, negosiasi baru antara keduanya menemui jalan buntu. (Wahyu Dwi Anggoro)